(koran-bekasi.blogspot.com) Bersyukurlah para penduduk Kota Bekasi karena didaerah mereka pendidikan Sekolah Dasar (SD) sudah dibebas biayakan. Ketika keputusan tersebut diambil oleh Mochtar Mochamad selaku Walikota Kota Bekasi, hampir semua pihak menyambut baik hal ini karena banyak sekali penduduk yang akan diuntungkan atau dalam hal ini tidak mampu dapat menikmati pendidikan sekolah (walaupun masih setingkat SD).
Namun dibalik baiknya keputusan tentang pendidikan gratis tersebut, ternyata ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan seperti tidak bertanggung jawabnya orang tua murid atas pendidikan anaknya. Mengapa demikian? Bukankah dengan cara gratis mereka dapat sekolah secara cuma-cuma, memang benar tetapi kebanyakan orang tua tidak seperti itu mereka justru memiliki pemikiran "biarin aja ga naik kelas, kan sekolahnya gratis". Ironi bukan jika kita mendengar pernyataan tersebut dari salah satu orang tua murid, bukannya mereka memberikan dukungan agar dengan pendidikan gratis ini anaknya harus lebih giat lagi belajar.
Dari sisi pihak pengajar atau dalam hal ini guru, tidak luput dari berbagai anggapan seperti dengan gaji mereka (guru) pada saat ini yang bisa dibilang sudah banyak mengalami peningkatan seperti saat ini sangat berbanding terbalik dengan kinerja mereka didalam mengajarkan berbagai macam materi di kelas.
Untuk itu kita sebagai masyarakat harus mengadakan pengawasan tentang kebijakan sekolah gratis ini. Anda tidak mau kan uang yang anda bayar melalui pajak digunakan untuk membiayai anak-anak yang tidak bertanggung jawab atau untuk guru yang tidak memiliki tanggung jawab juga.